Sabtu, 18 April 2009 AlmiRa bersama papa dan mama ke Bogor, ke rumah opa dan oma di Ciomas. Dari Bekasi naik bis. Sepanjang perjalanan AlmiRa gembira karena yang duduk di belakangnya ada dua kakak yang selalu ngajak tersenyum. Kelelahan, trus bobo… sampai Bogor. Sambil menunggu Om Bernard jemput, AlmiRa dan mama foto-foto dulu. Malam minggu ngobrol bersama saudara semua. Hari Minggu sore kembali ke Bekasi, tinggalkan kota hujan Bogor.
AlmiRa ke Bogor
Anakku Hartaku…
Sekian lama tak bercerita tentang putriku AlmiRa, rasanya pengin juga berbagi cerita. AlmiRa sekarang sudah masuk 9 bulan. Sudah makin lucu, menggemaskan, dan makin ramai dengan suaranya. Teriakannya heboh … Suamiku memenangkan taruhan, karena yang pertama dipanggil adalah pa..pa..pa.. Sedih juga sih, tapi meski manggilnya papa, tapi yang selalu dicari adalah mama. Hahaha… Sekarang arah tidurnya pun lebih banyak berhadapan dengan papanya, tapi kalau mama membelakanginya, langsung ditarik-tarik baju atau rambut mama. Memang pesona mama lebih dahsyat ….
AlmiRa Sakit…
Pukul 02.00 Minggu dini hari,tanggal 12 April 2009, kami terbangun karena suara batuk AlmiRa. Rupanya dia muntah. Ampun Tuhan…saya dan papanya panik dan sangat gugup. Papanya langsung lompat dari tempat tidur, nyalain lampu dan entah apa lagi yang dilakukannya di ruang tengah, tapi air matanya keluar. Saya masih bisa bersabar dan menggendong AlmiRa sambil membersihkan muntahannya. Papanya menelpon bidan tetangga kami,lalu kami langsung ke rumah bidan. AlmiRa sejak bayi memang sudah cocok ditangani Bidan Elly sehingga kami selalu ‘berurusan’ dengan beliau soal kesehatan AlmiRa. Puji Tuhan, setelah diperiksa Bidan Elly, katanya Almira hanya masuk angin. Memang sih, selama tiga hari raya dari Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Paskah kami selalu pulang malam dari gereja. Mungkin dia kelelahan. Malaikat kecilku, kalau bisa digantikan, mama saja yang sakit ya…
Malaikat Pendamping
Suatu ketika…
seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia.
Menjelang diturunkannya, ia bertanya kepada Tuhan.
” Para melaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimkanku ke dunia. Tapi bagaimana cara saya hidup di sana, saya begitu kecil dan lemah” kata si bayi.
Tuhan menjawab,
“Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu”
“Tapi di surga, apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini cukup bagi saya untuk bahagia” demikian kata si bayi.
Tuhan pun menjawab,
“Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia”
Si bayi pun bertanya kembali
“Dan apa yang dapat saya lakukan jika suatu saat saya ingin berbicara kepada-Mu?”
Sekali lagi Tuhan menjawab,
“Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdo’a”
Si bayi masih belum puas, ia pun bertanya lagi,
“Saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungi saya ?”
Dengan penuh kesabaran Tuhan menjawab,
“Malaikatmu akan melindungimu bahkan dengan taruhan jiwanya sekalipun”
Si bayipun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya,
“Tapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi”
Dan Tuhan pun menjawab,
“Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku. Dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku. walaupun sesungguhnya Aku selalu berada di sisimu”
Saat itu surga begitu tenangnya. sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya,
Tuhan… Jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahu siapa nama malaikat yang menjagaku nanti ?”
Tuhanpun menjawab,
“Nama tidak begitu penting buatmu, tapi kamu dapat memanggil malaikatmu dengan sebutan.. . IBU”
PAPA Sakit …
Hari ini sebetulnya ada acara Natal bersama guru dan karyawan IPEKA di GKY Mangga Besar. Mama sudah merencanakan kami sekeluarga berangkat karena sekalian mau ‘pamer’ Almira ama tante-tante dan om-om teman Mama dari Puri. Baju Almira sudah disiapkan lengkap dengan sepatu, topi, dan tas. Pokoknya udah mantap abiz… Tapi batal semuanya karena sejak kemarin sore pulang kerja, Papa udah panas tinggi. Semalam aja Papa gak tidur bareng Mama dan Almira karena gak kuat di AC. Papa tidur di kamar sebelah. Mama minta Almira gak rewel supaya Mama bisa sambil nengok Papa. Eh, karena kecapean Mama jadi lupa kalo Papa tidur di kamar sebelah. Mama dan Almira nyenyak…ampe pagi. Panas badan Papa belum turun juga. Nanti mau ke dokter. Takutnya Papa kena DB, soalnya selama ini Papa selalu dikerubuti nyamuk. Meskipun udah ada kelambu, nyamuk tetap aja nyari Papa. Trus Papa juga tuh seperti gak merasa digigit nyamuk, bisa cuek…aja. Tahu-tahunya nyamuk udah ‘klenger’ karena kekenyangan. Kata Papa, gigit Papa gak apa-apa, asal jangan gigit Almira dan Mama. Tapi emang benar lho, kalo Mama lihat pagi-pagi tuh, nyamuk masih nempel di kelambu bagian dekat Papa. Mungkin juga itu nyamuk betina semua. Sebelum ke dokter, Mama buka internet ada email dari Pak Ayub tentang Perangkap Tikus, di situ ada tips mengurangi demam dengan sop ceker ayam. Langsung Mama suruh Om John ke pasar beli sekilo ceker ayam. Kebetulan Papa emang doyan banget dengan ceker ayam. Tks Pak Ayub, Mama gak ikut acara Natalan tapi dapat info penting dari email Pak Ayub. Semoga demam Papa bisa berkurang.
ALMIRA 5 Bulan …
Tanggal 2 Desember 2008 Almira masuk 5 bulan. Omanya pakaiin baju kuning tapi pas Mama pulang kerja udah ganti bajunya (karena udah mandi sore) sehingga gak bisa difoto. Tapi malamnya Oma dan Mama agak maksa pakaiin baju pink. Waktu difoto pun Almira rada ogah gitu karena lagi asyik nonton TV, eh… dipaksa gaya. Kata Oma, Almira sudah bisa mendongak lehernya ampe tinggi. Almira jadi banyak ngoceh … pengin ngomong tapi gak ada yang ngerti, capek deh … !
ALMIRA Duduk…
Ada keajaiban lagi di hari ini. Setelah mandi, dandan, pakai baju putih dan bando pita, Mama duduki Almira di sofa. Eh… anak Mama sudah bisa duduk lho. Meski masih agak miring-miring dikit tapi udah kuat juga. Langsung deh Mama foto. Sorenya ama Papa dan Mama ke taman depan gerbang perumahan. Mau maen di sana malah udah bobok dalam perjalanan. Besok Almira masuk 5 bulan. Tambah besar, tambah pintar, dan tambah cantik. Oya, ada kejadian tanggal 26 November malam. Mungkin akibat imunisasi, badan Almira agak demam. Papanya juga sakit perut sehingga sejak pulang kerja belum gendong Almira (hanya cium aja), langsung mandi, dan tidur. Sama sekali gak gendong. Malam itu, Almira tidur gak tenang, bolak-balik dan jungkir balik, matanya lihat terus ke arah Papanya yang sudah nyenyak. Mama juga capek tapi tetap sambil awasin gerak-gerik Almira. Tahu-tahunya dia udah guling ke arah Papa, dan letakkan kepalanya dengan manja di lengan Papa. Mama kebagian kakinya. Langsung Mama panggil Oma lihat gaya Almira, dan Mama juga langsung foto deh.
Arti Sebuah Nama …
LELAKIKU :
V italis
I tulah namanya
T eman hidupku
A bangku tersayang
L elaki pujaanku
I a tulang rusukku
S uamiku tercinta…
A nakku akan dinamai …
V isca = Vitalis dan Sisca
E ngkau buah cinta kami
L ebur dalam doa dan harapan
I mpian serta cita-cita,
A kan selalu mewarnai
N uansa kehidupan rumah tangga kami
U ntuk selamanya …
S aling menyayangi
D alam cinta kami bersatu
A pa pun yang terjadi …
G embira dan sedih
A kan tetap selalu setia …
My Soulmate …
November 1996, kita jalani kisah itu. Berawal dari teman, ternyata ada rasa yang lain. Tanpa ragu kita melangkah walau banyak rintangan. Banyak perbedaan antara kita tetapi semuanya itu tidak melunturkan niat luhur kita untuk membina cinta.
BUAT LELAKIKU TERCINTA
Kau limpahi aku dengan kasihmu
Kau sirami aku dengan cintamu
Kau rangkul aku dengan ketulusanmu
Kau balut aku dengan selimut rindumu
Semuanya terasa indah …
Semuanya tak tertandingi …
Cinta sejati kutemukan dalam dirimu
Terima kasih Tuhan untuk anugerah-Mu
Seorang lelaki yang lekat di hatiku
Cinta kami abadi, tak lekang oleh waktu
Selalu ada rindu …
Selalu ada kasih …
Selalu ada cinta …
Cinta sejatiku … oh … cinta sejatiku
Aku tak pernah berhenti bersyukur untuk anugerah Tuhan kepadaku, seorang suami yang sangat baik, pengertian, dan terutama sangat menyayangi dan mencintaiku. Tiada hari tanpa pelukan hangat dan ciuman mesra darinya. Mungkin ada sebagian isteri yang haus akan belaian, dan perhatian, sementara diriku berlimpah ruah … tak pernah habis… Terima kasih Tuhan ! Dia baik, dia romantis, dia cinta sejatiku.
Putriku ALMIRA …
![]()
Saat yang kami tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Tanggal 2 Juli 2008, lahirlah putri pertama kami yang langsung dinamai MAGDALENA ALMIRA VISCA DA PESSA. Mengapa langsung dinamai begitu ? Sebelumnya kami sudah mempersiapkan nama yang indah untuk calon anak kami. Kami mempersiapkan nama laki-laki juga tetapi entah kenapa selalu nama perempuan yang terpikir duluan. Tadinya nama baptis yang dipersiapkan ALEXANDRA, namun begitu lahir di tanggal 2 Juli, langsung diberi nama Magdalena karena hari itu bertepatan dengan peringatan ‘kepergian’ nenekku yang bernama Magdalena 12 tahun yang lalu. Almira diambil dari bahasa Arab yang berarti ‘putri yang termulia/ putri yang dielu-elukan’. Mengapa diambil dari bahasa Arab ? Ini untuk mengenang masa kuliah kami orang tuanya ketika sama-sama mengulang mata kuliah bahasa Arab. Temanku (kini Papanya Almira) yang mendapat bocoran soal, dengan baik hati dibagi ke aku, eh hasilnya… aku yang lulus dengan nilai C, sedangkan dia tetap bertahan puas dengan nilai D. Saat itu kami masih berteman baik tapi mungkin dia yang sudah mulai pdkt kali. Hehehe… Visca itu gabungan dari nama kami, Vitalis dan Sisca, sedangkan Da Pessa itu nama keluarga ayahnya. Almira lahir dengan berat 2.80 kg dan panjang 48 cm. Kami sangat bahagia dengan kehadiran Almira, begitu pun keluarga besar kami. Selamat datang Almira…!
Sebulan kemudian, lahir pula cucu SBY yang namanya sama dengan putriku, Almira. Semua orang : teman, keluarga, sahabat, kenalan, menelponku dan ramai membicarakan persamaan nama ini. Aku bangga karena ternyata seleraku dan orang nomor satu di negeri ini sama dalam memilih nama untuk orang yang tersayang. Karena anakku lahir duluan, aku dong yang punya ide paling cemerlang. Hahaha… bedanya, Almira SBY dipanggil Aira, anakku tetap Almira. Aku tak mau memotong arti dari nama tersebut. Aku bangga dipanggil Mama Almira…



